Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Banjir dapat disebut dengan bencana langganan di beberapa daerah di Indonesia. Sebut saja area ibu kota, Jakarta, yang sering kali kelimpungan ketika musim hujan tiba karena berbagai wilayah akan tergenang, tidak sedikit juga yang memaksa para warga untuk mengungsi ke tempat lain.
Menurut data yang didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan, sepanjang 1 Januari – 19 April 2021 terdapat 487 kejadian banjir di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan 42% atau hampir setengahnya dari jumlah bencana alam di Nusantara yang terjadi sepanjang 2019 yaitu 1.153 kejadian
Angka tersebut sebetulnya mengalami penurunan dari tahun 2020 yang sejak awal 2020 sampai 21 Okober di tahun serupa terjadi 834 kejadian banjir. Akan tetapi, banjir tetaplah bencana yang tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, namun kesehatan hingga hilangnya nyawa.
Penyakit-penyakit yang muncul berbarengan dengan musibah banjir pun tidak boleh disepelekan. Jika penanganannya tidak betul, dapat berdampak pada masalah yang lebih serius. Berikut penyakit yang umum muncul saat banjir mengutip situs web Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).
Diare
Diare merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi pada balita di Indonesia. Menurut Kemenkes pada 2019, sebanyak 314 balita meregang nyawa karena diare. Oleh karenanya, diare meski terbilang sepele tetapi tidak boleh dianggap biasa.
Terlebih, penyakit ini ternyata sering terjadi saat banjir karena sulitnya mengakses air bersih. Saat di fasilitas pengungsian, air bersih pun cenderung terbatas dan tidak jarang menjadi sarang penularan diare.
Penyakit ini ditandai dengan feses yang encer, BAB lebih dari tiga kali sehari, sakit perut, terkadang disertai demam, mual, serta muntah.
Agar terhindar dari diare, biasakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun sebelum atau setelah makan dan buang air. Sabun dapat membunuh kuman-kuman penyebab diare. Pastikan air yang diminum pun bersih, atau Anda dapat merebusnya terlebih dahulu. Hindari sampah yang menumpuk karena dapat mengundang berbagai jenis bakteri, virus dan parasit.
Demam Berdarah
Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh sebuah virus bernama dengue. Nyamuk bernama Aedes aegypti dan Aedes albopictus merupakan dalang dari penyakit yang biasanya mewabah saat musim hujan tiba. Jika terkena, gejala seperti demam 2-7 hari, sakit kepala, mual, hingga kematian bisa teralami.
Nyamuk termasuk jentik-jentiknya umum muncul di air bersih yang tergenang pada tempat atau wadah air, termasuk yang menumpuk pada tempat sampah. Terapkan 3M atau mengubur sampah yang sekiranya dapat menampung hujan, menguras tempat air, dan menutup rapat tempat penyimpanan air.
Leptospirosis
Ketika banjir, tikus-tikus yang hidup di dalam tanah akan menyelamatkan diri dengan berkeliaran di permukaan. Tikus-tikus tersebut ternyata dapat menularkan bakteri melalui kotoran dan air kencingnya pada air banjir. Bakteri ini bernama Leptospira interrogans .Jika bakteri tersebut masuk ke tubuh, seperti melalui kulit yang terluka, maka dapat terkena leptospirosis.
Gejala leptospirosis di antaranya badan panas secara tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil. Langkah untuk menghindari penyakit ini yaitu menjauhi area banjir dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan. Jika terpaksa masuk ke area banjir kenakanlah pakaian khusus yang mampu melindungi badan dari air banjir.
Penyakit Kulit
Munculnya bentol, ruam, alergi, atau bentuk lainnya masuk ke dalam penyakit kulit. Air banjir dapat membawa banyak partikel bakteri, kuman, jamur, dan virus yang bisa mengganggu kesehatan kulit.
Belum lagi kondisi fasilitas penampungan banjir yang biasanya tidak bersih semakin memudahkan partikel-partikel tersebut menular antarorang. Selalu jaga kebersihan dengan cuci tangan serta mandi menggunakan sabun.
Tipus
Demam tifoid atau tipes merupakan penyakit infeksi dari bakteri Salmonella thyphi. Bakteri tersebut umumnya hinggap di tempat atau barang kotor seperti sampah. Lalat yang biasanya mencari makan di tempat kotor tersebut akan hinggap di makanan untuk membawa bakteri tersebut.
Penderitanya akan mengalami demam tinggi, sakit kepala, sakit perut, sembelit, dan diare.
Cara menghindari tipes dapat dengan menutup makanan agar tak dihinggapi lalat, buang air di toilet, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Mari jaga kesehatan diri sendiri meskipun di situasi naas seperti banjir!
https://pusdatin.kemkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/buletin-diare.pdf
Komentar
Posting Komentar