Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Konsumsi telur setiap hari tidak memiliki hubungan dengan risiko penyakit jantung. Sumber: Anna Shvets dari Pexels.
Nasi sudah menjadi barang wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Belum makan kalau tidak makan nasi, katanya. Selain nasi, disadari atau tidak, olahan telur sering kali kita konsumsi bahkan hampir setiap hari. Sebut saja dalam bentuk ceplok, dadar, atau tambahan untuk makanan lain.
Pertanyaan lanjutannya adalah: bolehkah telur dikonsumsi setiap hari? Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita telusuri kandungan nutrisinya terlebih dahulu. Dilansir dari Mayo Clinic, sebuah telur mengandung 75 kalori, 5 g lemak, 6 g protein, 0 karbohidrat, 67 mg potasium, 70 g sodium, dan 210 mg kolesterol.
Kandungan kolesterol inilah yang selalu menghantui orang-orang untuk membatasi asupan telur. Namun, jika kolesterol dapat kita kesampingkan, sebetulnya telur adalah salah satu opsi makanan yang sehat untuk sarapan atau makan siang.
Masih dari artikel yang sama, beberapa penelitian mengungkapkan kolesterol pada telur sebetulnya tidak terlalu berdampak buruk pada kesehatan dibandingkan sumber kolesterol lain.
Contohnya, kolesterol pada telur dapat membahayakan jika dicampur dengan makanan lain yang tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol seperti daging, keju, atau mentega. Makanan-makanan seperti inilah yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Akan tetapi, menurut penelitian yang dipublikasikan jurnal Heart (2018) menyimpulkan tidak menemukan adanya hubungan antara konsumsi telur setiap hari dengan risiko sakit jantung. Meskipun pada orang yang memiliki riwayat tinggi untuk terkena penyakit ini.
Penelitian yang dilakukan pada kurang lebih setengah juta responden dari Tiongkok ini justru menuliskan orang yang mengonsumsi sebuah telur per harinya berisiko lebih rendah memiliki penyakit jantung sampai 11%. Selain itu, mereka memiliki risiko 18% lebih rendah untuk meninggal dunia karena penyakit jantung.
Angka tersebut berusaha membandingkan orang yang mengonsumsi satu telur per hari dengan mereka yang tidak makan sama sekali. Durasi penelitian ini pun tidak main-main yaitu sembilan tahun.
Meski demikian, disarankan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat seperti menjauhi rokok, menjaga berat badan, serta lainnya.
Banyak cara untuk mengolah telur. Akan tetapi, mengutip Healthline, cara yang paling sehat adalah dengan direbus. Cara ini tidak menambah jumlah kalori, kolesterol, dan komponen lainnya yang berbahaya. Rebuslah selama 6-10 menit disesuaikan dengan selera.
Selain itu, menambahkannya dengan sayur yang penuh serat atau vitamin bisa juga dijadikan pilihan.
Dimasak melalui cara apa pun, pastikan untuk tidak memasaknya terlalu lama. Telur yang dipanaskan terlalu lama baik dengan cara digoreng atau direbus dapat mengurangi jumlah nutrisinya. Bahkan, jumlah kolesterolnya dapat meningkat.
https://heart.bmj.com/content/104/21/1756
https://www.healthline.com/nutrition/eating-healthy-eggs#5-tips-to-cook-super-healthy-eggs
Komentar
Posting Komentar