Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Vitamin merupakan salah satu mikronutrien yang diperlukan setiap hari guna menunjang setiap kerja organ-organ tubuh. Kandungan gizi ini bisa kita temukan di berbagai macam asupan, mulai dari buah-buahan hingga sayur-mayur. Bahkan, kita bisa mendapatkan asupan vitamin hanya dengan mengonsumsi suplemen yang banyak tersedia di sekitar
Selayaknya pepatah, “segala sesuatu yang berlebihan tidaklah baik.” Termasuk bagi beberapa jenis vitamin. Lalu, apa saja vitamin yang bila dikonsumsi berlebihan dari dosis anjuran per hari atau overdosis bisa malah merugikan kesehatan? Sebelum menjawab hal tersebut, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis vitamin yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak.
Beberapa vitamin bila dikonsumsi melebihi dosis anjuran harian dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan. Sumber: Pixabay dari Pexels.
Vitamin larut air, dikutip dari Healthline, adalah berbagai jenis vitamin yang bisa diproses bersamaan dengan air. Vitamin yang masuk ke dalam jenis ini antara lain vitamin C dan vitamin B yang terdiri dari B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6 (pyridoxine), B7 (biotin), B9 (folat), serta B12 (kobalamin). Oleh karenanya, vitamin ini juga larut dalam air dan sisa vitamin yang tidak digunakan oleh tubuh dengan mudahnya dikeluarkan bersama urin.
Diakibatkan vitamin jenis ini mudah dikeluarkan tubuh, maka cenderung tidak menyebabkan gangguan kesehatan bila dikonsumsi dengan dosis tinggi. Meski demikian, jangan sampai memaksakan diri untuk mengonsumsi vitamin jenis ini berlebihan karena beberapa vitamin bagi beberapa orang bisa merugikan.
Salah satunya vitamin B6 yang bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan kerusakan saraf. Selain itu, mengonsumsi vitamin B3 melebihi dosis berakibat pada kerusakan hati.
Berbanding terbalik dengan vitamin larut air, vitamin larut lemak tidak larut dalam air dan justru lebih mudah disimpan jaringan tubuh. Vitamin jenis ini diserap menggunakan sel-sel lemak terutama saat di usus untuk kemudian disebarkan melalui aliran darah ke organ-organ tubuh. Vitamin larut lemak terdiri dari vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin jenis ini tidak mudah dikeluarkan dan kebanyakan menumpuk di dalam tubuh. Bila tertumpuk dalam jumlah yang berlebihan, maka tubuh bisa keracunan. Melansir Flushing Hospital Medical Center, vitamin A berlebih bisa menyebabkan rambut rontok, kerusakan hati, sakit kepala, nyeri tulang, penglihatan buram, kulit kering, hingga muntah-muntah.
Vitamin D yang dikonsumsi terlalu banyak berdampak pada frekuensi detak jantung tidak normal, sembelit, sering kencing, otot melemah, dan kebingungan. Aliran dan metabolisme darah akan terganggu bila berlebihan mengonsumsi vitamin E.
Lalu, berapa dosis setiap vitamin yang bisa dikonsumsi beserta jenis makanannya? Berikut daftarnya menurut situs web Sekolah Kedokteran Harvard University Amerika Serikat:
1. Vitamin A
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi antara 700-900 mikrogram mcg per hari. Daging, telur, udang, ikan, susu, ubi, wortel, bayam, dan mangga merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin A.
2. Vitamin B1
3. Vitamin B2
4. Vitamin B3
5. Vitamin B5
6. Vitamin B6
7. Vitamin B7
8. Vitamin B9
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi 400 mcg per hari. Asparagus, bayam, brokoli, polong-polongan, dan jus jeruk merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin B9.
9. Vitamin B12
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi 2,4 mcg per hari. Daging, ikan, susu, keju, dan sereal merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin B12.
10. Vitamin C
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi antara 75-90 mg per hari. Buah citrus, kentang, brokoli, bayam, stroberi, dan tomat merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin C.
11. Vitamin D
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi antara 15-20 mcg per hari. Susu, ikan laut atau ikan berlemak, dan sereal merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin D.
12. Vitamin E
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi 15 mg per hari. Minyak sayur, sayur daun hijau, dan kacang-kacangan merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin E.
13. Vitamin K
Dosis yang dianjurkan dikonsumsi antara 90-120 mcg per hari. Kubis, telur, susu, bayam, dan brokoli merupakan makanan yang dikenal kaya akan vitamin K.
https://www.healthline.com/nutrition/can-you-overdose-on-vitamins#risks-of-high-doses
https://www.flushinghospital.org/newsletter/can-you-overdose-on-vitamins/
https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/listing_of_vitamins
https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-best-foods-for-vitamins-and-minerals
Komentar
Posting Komentar