Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Anemia merupakan sebuah kondisi di mana jumlah hemoglobin dalam sel darah merah rendah. Hemoglobin dalam sel darah merah bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh organ tubuh. Oksigen yang dibawa sel darah merah bermanfaat untuk optimalnya fungsi kerja organ tubuh, salah satunya otot dan otak. Oleh karena itu, rendahnya kadar sel darah merah berarti semakin sedikit oksigen yang dibawa dan kelak menghambat kerja organ.
Oksigen yang diikat oleh hemoglobin dalam sel darah merah akan dialirkan menuju organ-organ tubuh agar dapat bekerja secara optimal. Sumber: Roger Brown dari Pexels.
Di Indonesia sendiri, angka pengidap anemia cukup tinggi. Dikutip dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), sekitar 1 dari 5 remaja Nusantara mengidap anemia. Anemia pada perempuan memiliki persentase 23,9%, lebih tinggi dibandingkan laki-laki 18,4%.
Tingginya pengidap anemia pada perempuan diakibatkan oleh berbagai hal, seperti menstruasi. Namun secara umum, anemia pada laki-laki dan perempuan kemungkinan besar terjadi karena kurangnya asupan zat besi, folat, dan vitamin B-12. Gaya hidup seperti diet yang keliru pun dapat menjadi penyebabnya.
Sementara itu, World Health Organization (WHO) dalam situs webnya melansir sekitar 1,62 orang di dunia menderita anemia. Prevalensi tertinggi terjadi pada anak usia sebelum sekolah yaitu 47,4% disusul perempuan hamil dengan 41,8%. Perempuan yang tengah mengandung berisiko terkena anemia karena sebagian darahnya dialirkan untuk memenuhi kecukupan nutrisi bayi.
Tanda-tanda seseorang menderita anemia ialah munculnya 5 L, yaitu lesu, lelah, letih, lemah, dan lunglai.
Agar terhindar dari anemia, berbagai nutrisi seperti zat besi, folat, dan vitamin B-12 harus rutin dikonsumsi. Mengutip Healthline, zat besi yang merupakan mikronutrien mineral dengan mudah didapatkan dari daging ayam, daging merah, makanan laut, oatmeal, sereal, dan bayam.
Selain itu, folat pun banyak terkandung pada makanan tersebut sebelumnya ditambah kacang-kacangan dan telur ayam.
Sedangkan vitamin B-12 dikandung tinggi oleh kerang dan daging bagian hati. Makanan lainnya seperti ikan, daging merah, daging unggas, telur, dan olahan susu.
Bagi seseorang yang terlanjur terkena anemia, dokter atau fasilitas kesehatan akan menganjurkan pengonsumsian tablet tambahan darah (TTD) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ada juga pemberian zat besi, folat, dan vitamin B-12 dalam bentuk suplemen. Dikarenakan beberapa kondisi tertentu seperti pencernaan sensitif, pemberian suplemen akan diganti dengan penyuntikan nutrisi di atas langsung ke dalam tubuh.
Tidak hanya memperhatikan asupan, namun juga aktivitas fisik yang rutin. Sebab, berdasarkan penelitian oleh Hu dan Lin (2012), aktivitas fisik atau berolahraga dapat meningkatkan total hemoglobin serta massa sel darah merah sehingga meningkatkan kapasitas transportasi oksigen. Dituliskan pula, olahraga dimungkinkan menjadi metode menjanjikan, aman, dan ekonomis untuk memperbaiki anemia.
Jangan lupa untuk senantiasa mengonsumsi makanan bernutrisi dan berolahraga setiap hari agar terhindar dari anemia.
Referensi:
https://promkes.kemkes.go.id/remaja-putri-sehat-bebas-anemia-di-masa-pandemi-covid-19
https://www.who.int/vmnis/anaemia/prevalence/summary/anaemia_data_status_t2/en/
https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-HealthProfessional/
https://www.healthline.com/health/anemia#nutritional-needs
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22301865/
Makasih ilmu dan penjelasannya
BalasHapus