Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Tekanan darah dibagi menjadi tekanan
sistolik dan tekanan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung
memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan saat
jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Hipertensi terjadi ketika
tekanan sistolik berada di atas 130 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80
mmHg. Tekanan darah yang melebihi angka tersebut merupakan kondisi yang perlu
diwaspadai dan harus segera ditangani.
Hipertensi terbagi ke dalam hipertensi
primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer belum diketahui penyebabnya
dengan pasti, namun beberapa faktor resiko pemicunya adalah faktor keturunan,
usia, obesitas, dan gaya hidup seperti pola konsumsi garam yang tinggi, stres,
konsumsi alkohol, dan lainnya. Sementara itu hipertensi sekunder dapat terjadi
antara lain akibat kondisi medis yang mempengaruhi fungsi ginjal, arteri,
jantung dan sistem hormonal. Disamping itu, penyebab lain yang juga dilaporkan
adalah kehamilan, sleep apnea (mendengkur yang disertai gangguan pernafasan), dan kecanduan alkohol serta konsumsi
obat-obatan teretntu.
Penatalaksanaan
hipertensi saat ini terdiri dari dua cara yaitu terapi farmakologi (melalui
konsumsi obat-obatan) dan terapi non-farmakologi (lebih mengatur gaya hidup). Karena
efek samping yang sering ditemukan pada terapi farmakologi, praktisi kesehatan
terkadang cenderung menganjurkan terapi non-farmakologi. Salah satu contoh
terapi non-famakologi yang sering direkomendasikan adalah konsumsi produk susu
fermentasi sebagai makanan fungsional anti-hipertensi. Di dalam produk tersebut
biasanya terkandung probiotik yang terbukti memiliki manfaat yang baik untuk
kesehatan termasuk mengendalikan tekanan darah. Probiotik berpotensi
mengendalikan tekanan darah melalui penghambatan Angiotensin-converting enzyme
(ACE) dengan ACE inhibitory peptides yang dihasilkan secara efektif selama
proses fermentasi. Angiotensin-converting enzyme (ACE) memegang peranan utama
dalam regulasi Angiotensin-II dan brandikinin, yang merupakan faktor-faktor
penting dalam peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, menghambat ACE dapat
dikatakan sebagai kunci utama dalam mengontrol tekanan darah.
Manfaat
probiotik dalam menanggulangi hipertensi telah dibuktikan oleh berbagai
penelitian. Saman Khalesi, dkk (2014) yang melakukan metanalisis terhadap 9
studi, mengenai konsumsi probiotik terhadap perbaikan tekanan darah. Ditemukan hasil
bahwa konsumsi probiotik, secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik hingga
-3,56 mmHg dan tekanan darah diastolik sampai -2,38 mmHg, dibanding kelompok
kontrol. Ini membuktikan bahwa probiotik dapat membantu menurunkan tekanan
darah.
Beberapa
strain probiotik juga memiliki potensi untuk memproduksi GABA (gamma-aminobutyric
acid), asam amino yang umumnya bekerja sebagai
neurotransmiter di otak. GABA dapat mengatur prilaku fisiologis dan
psikologis seperti tekanan darah saat cemas dan depresi, dan sekresi hormon.
Penelitian menunjukkan, GABA juga memiliki efek menurunkan tekanan darah. Maka
dari mengkonsumsi probiotik seperti minuman susu fermentasi setiap hari juga
dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menjaga kesehatan kita.
Catatan:
Angiotensin
II : peptida yang dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga meningkatkan
tekanan darah
Brandikinin:
peptida yang memperlambat aliran darah sehingga pada akhirnya menurunkan
tekanan darah.
Depo 20ribu bisa menang puluhan juta rupiah
BalasHapusmampir di website ternama I O N Q Q.ME
paling diminati di Indonesia, ::))
di sini kami menyediakan 9 permainan dalam 1 aplikasi
~bandar poker
~bandar-Q
~domino99
~poker
~bandar66
~sakong
~aduQ
~capsa susun
~perang baccarat (new game)
segera daftar dan bergabung bersama kami.Smile :d
Whatshapp : +85515373217 :* (f)