Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Terik matahari yang begitu menyengat tanpa sadar mulai membuat keringat membanjiri kulit dengan. Suhu tubuh pun meningkat perlahan sembari mengeringkan tenggorokan hingga gatal. Di saat pikiran kabur, bayangan kita hanya tertuju pada satu: minuman dingin.
Minuman dingin seperti es teh, kopi, jus, atau hanya sekadar air mineral dengan es batu kerap dijadikan solusi saat menghadapi cuaca panas serta kering. Tanpa perlu dijelaskan, minuman dingin setidaknya dapat meredakan panas di tenggorokan yang membuat tidak nyaman.
Namun demikian, konsumsi air dingin di kondisi tertentu dan terlalu sering umumnya diasosiasikan dengan penyakit. Sebut saja batuk, pilek, perut kembung, dan lainnya. Anggapan ini jugalah yang membuahi celetukan “es teroos” di internet.
Ternyata memang iya, minum air dingin berdampak pada kondisi kesehatan meski minor. Sebuah studi lama yang dilakukan oleh Saketkhoo, Januszkiewicz, dan Sacker (1978) menyebutkan konsumsi air dingin menurunkan kecepatan lendir hidung dari 7,3 mm ke 4,5 mm per menit. Hal ini membuat risiko pilek atau hidung tersumbat meningkat.
Penelitian di atas secara tidak langsung menyebut konsumsi air dingin berisiko membuat penumpukan lendir di hidung yang dapat menyebabkan pilek serta kesulitan bernapas.
Sementara itu, penelitian ini membandingkan dengan kelompok responden yang meminum air hangat. Konsumsi air hangat termasuk sup ayam disebut dapat membantu seseorang bernapas lebih mudah.
Maka dari itu ketika seseorang sedang pilek, batuk, atau demam tidak disarankan untuk minum air bersuhu rendah.
Selain itu, penelitian lainnya yang dipublikasikan Cephalalgia: an International Journal of Headache (2001) menuliskan dampak lainnya dari minum air dingin. Tertulis, sakit kepala atau migrain dapat dipicu konsumsi air dingin.
Tidak afdal jika membahas air dingin tanpa mengetahui sekilas mengenai air hangat, antonimnya. Jika air dingin sering dikaitkan dengan penyakit, maka air hangat sebaliknya. Menurut Healthline, mengonsumsi air hangat bisa membantu melancarkan pencernaan dan sirkulasi tubuh serta mempercepat pembuangan racun.
Diketahui juga, air putih bersuhu hangat membuat Anda merasa haus lebih jarang.
Penuhi kebutuhan cairan Anda dengan mengonsumsi air putih secara cukup. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyarankan setiap orang dewasa untuk minum 2 liter atau 8 gelas berukuran 239 ml air putih per harinya.
Penuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari bermanfaat untuk mencegah dehidrasi, menjaga pikiran tetap fokus, membantu menjaga berat badan, dan meningkatkan kesehatan kulit.
Kurangi air dingin, namun tetap penuhi kebutuhan cairan Anda!
Sumber:
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/359266/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11442559/
https://www.healthline.com/health/is-drinking-cold-water-bad-for-you#cold-vs-warm-water
http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/manfaat-kesehatan-air-putih
Komentar
Posting Komentar