Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Beberapa orang menganggap tidur sebagai bagian untuk memulihkan tenaga setelah seharian beraktivitas, sebagian lagi merasa tidur hanya bagian dari proses bergantinya hari. Meski tujuannya berbeda-beda, tak bisa dipungkiri jika tidur dengan kuantitas dan kualitas baik penting dipastikan.
Salah satu hal yang masih banyak orang pertanyakan adalah jam terbaik untuk tidur. Lantas, kapan ya?
Jika merujuk sebuah penelitian oleh Nikbakhtian, dkk. (2021), tidur di antara pukul 22.00 dan 23.00 ternyata baik untuk kesehatan jantung dibandingkan ia yang terlelap sebelum atau setelah jam tersebut.
Namun, melansir Healthline, hal yang lebih penting untuk dipastikan adalah tidur di jam sama setiap harinya. Contohnya jam 22.00 setiap harinya. Namun, tidak disarankan untuk membiasakan jam tidur di atas pukul 24.00 atau tengah malam.
Pernahkah Anda mengamati mengenai jam tidur? Tanpa disadari, Anda akan mengantuk di setiap jam tertentu setiap malamnya. Hal ini disebabkan oleh sebuah bernama ritme sirkadian atau proses internal alami tubuh yang mengatur tidur-bangun manusia.
Maka dari itu, terlepas dari jam berapa kamu tidur, hal yang seharusnya lebih diutamakan adalah tidur di jam biasa Anda tidur. Tentunya di samping durasi tidur seperti yang dianjurkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) berikut:
Sering begadang atau kurang tidur? Hmm, Anda sebaiknya berhati-hati. Pasalnya, merujuk pada situs web Cneters for Disease Control dan Prevention Amerika Serikat (CDC), orang dewasa yang tidur kurang dari tujuh jam per hari berisiko meningkatnya gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, serangan jantung, stroke, dan obesitas.
Tidur yang berkualitas selalu memiliki ciri: nyenyak dan tidak menimbulkan rasa lelah saat bangun. Kalau ini adalah tips untuk menjaga tidur semakin berkualitas:
1. Mendapatkan sinar matahari yang cukup saat beraktivitas
2. Rutin berolahraga minimal 15-30 menit setiap hari
3. Hindari atau batasi paparan layar televisi, komputer, dan ponsel
4. Sebaiknya tidak mengonsumsi makanan atau minuman seperti alkohol, kopi, dan asupan tinggi gula sebelum tidur
5. Selalu jaga kamar, rumah, atau lingkungan tetap nyaman dan aman
Accelerometer-derived sleep onset timing and cardiovascular disease incidence: a UK biobank cohort study. medRxiv. Shahram Nikbakhtian, dkk (2021). https://academic.oup.com/ehjdh/advance-article/doi/10.1093/ehjdh/ztab088/6423198
Healthline, “The ‘Sweet Spot’ for Bedtime: Between 10 p.m. and 11 p.m. Is Best for Heart Health”, (https://www.healthline.com/health-news/the-sweet-spot-for-bedtime-between-10-p-m-and-11-p-m-is-best-for-heart-health)
Kemkes, “Kebutuhan Tidur Sesuai Usia”, (https://p2ptm.kemkes.go.id/infograpic-p2ptm/obesitas/kebutuhan-tidur-sesuai-usia)
CDC, “How Does Sleep Affect Your Heart Health”, (https://www.cdc.gov/bloodpressure/sleep.htm)
Komentar
Posting Komentar