Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kelainan fungsi yang berlangsung perlahan dan menahun akibat rusaknya jaringan ginjal. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), melalui Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 4 dari 1.000 orang Indonesia terdiagnosis penyakit ini.
![]() |
Terdapat berbagai faktor pemicu PGK muncul, dua yang paling tinggi adalah nefpropati diabetik (52%) dan hipertensi (24%). Nefropati diabetik adalah penyakit ginjal yang spesifik disebabkan oleh diabetes, baik tipe 1 maupun 2. Dengan demikian, semakin lama seseorang mengidap diabetes, maka risiko terkena PGK semakin tinggi.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk merawat PGK, selayaknya penyakit kronis lainnya, tidaklah murah. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), di Amerika Serikat, rata-rata biaya yang dibutuhkan mencapai $23.700 atau sekitar Rp343 juta per orang per tahun.
Sementara di Indonesia, dikutip dari penelitian oleh Azalea, Andayani, dan Satibi (2016), biaya yang dikeluarkan beragam tergantung dari apakah ada tindakan operasi dan rawat inap. Dituliskan, biaya penanganan paling mahal mencapai Rp6,4 – 23,7 juta per episodenya.
Penyakit apa pun tentu membawa dampak yang buruk bagi berjalannya aktivitas. Tidak hanya terganggunya kehidupan, kondisi finansial pun dapat terusik.
Oleh karenanya, penting untuk menjaga kondisi ginjal tetap sehat. Berikut kebiasaan yang harus Anda bangun guna mencapainya, menurut CDC.
1. Kurangi berat badan jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas
2. Lebih rutin berolahraga agar kadar gula dan tekanan darah terjaga
3. Berhenti merokok dan menjauhi asapnya
4. Lakukan cek kesehatan secara rutin
5. Batasi konsumsi makanan yang asin
6. Makanlah buah dan sayur lebih banyak
7. Selalu konsumsi obat sesuai yang diresepkan dokter
Apakah minum air putih lebih banyak dapat menghindari PGK?
Air putih dan ginjal selalu diasosiasikan sebagai sebuah kesatuan yang harmoni. Lebih banyak minum air selalu dikaitkan dengan meningkatnya kesehatan ginjal. Meski secara umum, konsumsi air putih dengan cukup terbukti mampu mengoptimalkan kerja dan menjaga fungsi organ-organ.
Seperti yang ditulis oleh Clark, dkk. (2017), meningkatkan asupan air putih dapat mengurangi risiko batu ginjal. Lanjutnya, aluran urin yang lebih besar karena minum lebih banyak dapat menurunkan supersaturasi kalsium oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat.
Selanjutnya, mengutip National Health Service (NHS) Inggris, minum air putih dengan cukup dapat membantu ginjal berfungsi baik. Salah satu ciri dari ginjal yang baik dapat dilihat dari warna urin atau kencing berupa kuning-bening.
Meski demikian, penelitian pada perawatan 1.265 pasien PGK yang dipublikasikan Nephrology Dialysis Transpantation (2021) menyebutkan konsumsi baik tinggi atau rendah air putih tidak menunjukkan dampak penting pada PGK. Tetapi, laju estimated glomerular filtration rate (eGFR) atau laju penyaringan darah menjadi lebih cepat saat meningkatkan asupan air minum. Orang dengan gangguan ginjal biasanya memiliki laju GFR di bawah 60 mg/dl sehingga mengonsumsi air putih lebih banyak dapat menjadi cara untuk menormalkan lajunya.
Yuk, jaga selalu fungsi ginjal dengan mengonsumsi air sesuai kebutuhan setiap harinya.
Referensi:
https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31399958/
https://jurnal.ugm.ac.id/jmpf/article/view/29394/17546
https://www.cdc.gov/kidneydisease/prevention-risk.html
http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/ginjal-kronis
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5571765/
https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/keeping-your-kidneys-healthy/
https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33576809/
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/4-ragam-jenis-skrining-fungsi-ginjal
Komentar
Posting Komentar