Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Tidak ada yang dapat menampik anggapan bahwa merokok menimbulkan banyak sekali dampak buruk pada manusia. Tidak hanya sendiri selaku pengisap, namun juga orang lain yang tidak sengaja menghirup asapnya.
Saking besarnya bahaya pada rokok, banyak peringatan pernah tersemat pada setiap kemasannya. Mulai dari menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, serta gangguan kehamilan dan janin.
![]() |
Risiko berbagai macam kanker seperti mulut dan tenggorokan dapat meningkat jika Anda merokok. Sumber: Sora Shimazaki dari Pexels. |
Kini peringatan itu ditambahkan dengan ilustrasi-ilustrasi penyakit yang disebabkan merokok. Sebut saja gambar yang menampilkan mulut seseorang penderita kanker mulut, lubang pada tenggorokan atau kanker tenggorokan, dan masih banyak lagi.
Setidaknya merokok meningkatkan risiko dari empat kanker, yaitu mulut, tenggorokan, perut, dan pankreas. Kemungkinan kanker hati, usus, dan rektum pun meningkat pada perokok.
Jumlah masyarakat Indonesia yang merokok pun tidaklah sedikit. Dikutip dari databoks Katadata, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk berumur lima tahun ke atas yang merokok mencapai 23,21% pada 2020. Berdasarkan persentase itu, perokok di desa lebih tinggi dibandingkan di perkotaan dengan perbandingan 24,56% dan 22,30%.
Dikutip dari artikel yang dipublikasikan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseasess, merokok berpengaruh pada seluruh tubuh. Disebutkan bahwa di Amerika Serikat, sebanyak 1 dari 5 orang dewasanya merokok dan setidaknya 443.000 masyarakat Negeri Paman Sam itu meninggal tiap tahun karena merokok.
Seperti yang sudah disebutkan di atas, merokok tidak hanya berdampak pada organ pernapasan tetapi juga beragam organ tubuh lainnya. Termasuk sistem pencernaan.
Masih dalam literature yang sama, merokokk berkontribusi pada penyakit-penyakit di sistem pencernaan seperti heartburn atau nyeri ulu hati, gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung, tukak saluran pencernaan, dan beberapa penyakit hati.
Aktivitas mengisap asap dari rokok dapat melemahkan otot kerongkongan yang berada di antara kerongkongan dan perut. Hal ini membuat asam dapat lebih mudah untuk naik ke kerongkongan. Berbeda dengan lambung yang memiliki asam pelindung, kerongkongan tidak memilikinya sehingga saat asam lambung naik ke kerongkongan rasa perih akan terasa.
Kejadian di atas merupakan heartburn. Selain menimbulkan rasa perih, hal tersebut jika dibiarkan terlalu lama dapat merusak fungsi kerongkongan.
Sementara GERD adalah kondisi yang lebih parah dibandingkan heartburn. Asam biasanya naik ke kerongkongan lebih sering, seperti dua kali seminggu. Kondisi yang berlangsung lama atau kronis dapat mengarah pada kondisi serius seperti pendarahan dan makanan tersangkut di kerongkongan. Keduanya disebabkan melemahnya otot kerongkongan.
Maka dari itu penting sekali untuk berhenti merokok. Kesehatan pencernaan berkaitan dengan penyerapan nutrisi sampai menjaga daya tahan tubuh. Jika keduanya tidak berjalan optimal maka kebutuhan gizi akan berkurang dan mudah terserang penyakit.
Yuk, matikan rokok Anda sekarang!
Referensi
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/01/05/2321-penduduk-indonesia-merokok-pada-2020
https://www.niddk.nih.gov/-/media/Files/Digestive-Diseases/Smoking_Digestive_System_508.pdf
Komentar
Posting Komentar