Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Flu merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Umumnya, orang yang mengidap flu memiliki gejala-gejala seperti sakit kepala, batuk, dan pilek. Gejala seperti itu tentunya membuat beragam aktivitas terganggu.
Diketahui, beberapa penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif antara konsumsi probiotik dengan flu. Melansir pengertian World Health Organization (WHO), probiotik merupakan bakteri hidup yang jika diberikan dalam jumlah optimal maka dapat memberikan manfaat.
Probiotik bisa dengan mudah ditemukan pada makanan fermentasi seperti tempe, yogurt, maupun susu fermentasi.
Pertanyaannya, seberapa besar pengaruh probiotik dengan flu? Jika melihat dari penelitian yang diterbitkan The British Journal of Nutrition (2013), responden yang rutin mengonsumsi probiotik ternyata memiliki durasi flu lebih singkat 2 hari dibandingkan yang tidak. Disebutkan juga, penelitian yang melibatkan mahasiswa sebagai responden ini juga menulis tingkat keparahan flu subjek dengan probiotik lebih rendah 34%.
Terakhir, mahasiswa yang mengambil suplementasi probiotik disebutkan memiliki kualitas hidup yang lebih baik, ditandai dengan lebih sedikitnya waktu bolos dibandingkan subjek dengan plasebo.
Penelitian lainnya dilakukan oleh Leyer, dkk. (2009) mengenai dampak probiotik pada gejala dan durasi flu pada anak-anak saat musim dingin. Studi yang melibatkan 326 anak berusia 3-5 tahun tersebut menuliskan konsumsi probiotik rutin selama enam bulan merupakan cara yang efektif untuk mengurangi gejala demam, hidung meler, dan batuk.
Jumlah absen anak di sekolah juga menjadi lebih sedikit karena sakit pun dijelaskan berkurang.
Penelitian di atas bisa dijadikan gambaran bagaimana pengaruh probiotik pada flu. Di samping itu, Anda bisa menerapkan hal-hal ini untuk mencegah flu sebagai berikut:
Cuci tangan dengan sabun
Cucilah tangan Anda selama kurang lebih 20 detik. Jika sabun tidak tersedia di sekitar Anda, usapkan tangan dengan hand sanitizer berbasis sekurang-kurangnya 60% alkohol. Selalu hindari menyentuh bagian wajah terutama mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.
Disinfeksi
Bersihkan setiap barang dan permukaan dengan cermat, salah satunya menggunakan disinfektan. Gagang pintu, keyboard, ponsel, area toilet, dan lainnya merupakan barang yang sering Anda sentuh sehingga sebaiknya dipastikan kesterilannya dari virus.
Tutup bagian mulut dan hidung saat batuk
Anda dapat menutupinya dengan tisu atau siku. Hal ini pun berlaku saat Anda hendak batuk.
Gunakan barang pribadi untuk diri sendiri saja
Contohnya seperti gelas. Jangan gunakan gelas yang telah digunakan orang lain sebelum dicuci dengan sabun. Gelas dan barang lainnya berpotensi menularkan virus dari pengguna sebelumnya.
Jauhi orang yang sedang sakit flu
Flu dapat menyebar melalui droplet atau percikan air seseorang yang batuk, bersin, sampai berbicara. Mendekati mereka tanpa perlindungan yang ketat dapat meningkatkan risiko bagi Anda tertular. Maka dari itu, hindarilah kontak erat atau berdekatan.
Jagalah diri masing-masing
Sistem imunitas berperan untuk menangkal infeksi, termasuk flu. Sering berolahraga dan menerapkan prinsip Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mampu menjaga kondisi sistem kekebalan tubuh untuk selalu siap melawan gejala penyakit.
7. Minum air hangat di pagi hari
Air hangat dapat meredakan gejala infeksi saluran pernapasan atas seperti flu dan hidung tersumbat. Suhu tinggi dalam air hangat dapat mempercepat keluarnya lendir, sehingga gejala flu akan mereda. Selain itu, suhu yang hangat juga mampu meredakan nyeri pada tenggorokan akibat penumpukan lendir di kerongkongan di pagi hari.
Smith, dkk. Effect of Lactobacillus rhamnosus LGG and Bifidobacterium animalis ssp. lactis BB-12 on health-related quality of life in college students affected by upper respiratory infections. The British Journal of Nutrition. 2013 Jun;109(11):1999-2007. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23020819/
Science Daily, “Probiotics are secret weapon for fighting symptoms of the common cold in college students, study suggests”, (https://www.sciencedaily.com/releases/2012/10/121022162335.htm)
Leyer, dkk. Probiotic effects in cold and influensa-like symptom incidence and duration in children. Pedriatics. 1009 Aug;124(2):e172-9. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19651563/
Komentar
Posting Komentar