Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Melansir Medical News Today, menahan dorongan BAB yang dilakukan terus menerus bisa menyebabkan inkontinensia fekal. Inkontinensia fekal adalah kondisi di mana seseorang tidak bisa mengendalikan BAB. Selain itu, menahan dorongan BAB bisa mengakibatkan konstipasi atau sembelit.
Sebetulnya menahan dorongan BAB tidaklah berbahaya. Bahkan tanpa disadari kita juga melakukannya seperti saat di tengah perjalanan, meeting, atau makan sesuatu.
Pada anak-anak, menurut penelitian oleh Ali, dkk. (2011), konstipasi dikaitkan dengan kebiasaannya menahan dorongan BAB.
Meski begitu, menahan dorongan BAB menjadi berbahaya di dalam situasi tertentu. Misalnya dorongan BAB yang besar dan sering dilakukan dapat berakibat sembelit. Saat BAB ditahan, air di dalam feses diserap usus sehingga menjadi sulit untuk keluar nantinya.
Beberapa kasus menahan dorongan BAB dapat menyebabkan feses terjebak di bagian bawah usus (impaksi fekal), terbentuknya celah atau lubang di usus (perforasi intestinal), sampai hilangnya sensitivitas rektum dalam merasakan dorongan BAB.
Feses yang terlalu lama berdiam dan tak dikeluarkan juga diketahui bisa meningkatkan jumlah bakteri merugikan di usus. Tertulis pada artikel penelitian yang ditulis Dennis Raahave (2015), hal ini dapat berujung pada peradangan dan berisiko menjadi kanker usus.
Lantas, berapa kali jumlah BAB yang normal? Menurut artikel yang dimuat Healthline, kebiasaan BAB setiap orang berbeda-beda. Namun, tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu sudah dapat dikatakan normal.
Hal yang perlu dicatat adalah kebiasaannya, termasuk jadwal. BAB merupakan aktivitas yang umumnya terjadwal, misalnya pagi setiap harinya, atau sekali dalam dua hari, dan lainnya. Disarankan untuk selalu tepat waktu sesuai jadwalnya.
https://www.medicalnewstoday.com/articles/is-it-bad-to-hold-your-poop#is-it-bad
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3215436/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25748875
https://www.healthline.com/health/how-many-times-should-you-poop-a-day#see-a-doctor
Komentar
Posting Komentar