Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Salah satu virus penyebab batuk-pilek Rhinovirus berkembang lebih efisien jika berada di suhu dingin. Sumber: Polina Tankilevitch dari Pexels.
Suhu dan cuaca dingin sering kali menjadi biang dari banyak penyakit yang dialami. Tidak sedikit orang yang menyalahkan dinginnya udara sebagai penyebab batuk, flu, dan juga demam. Pertanyaanya, apakah suhu dan cuaca dingin berhubungan dengan sakit yang dialami?
Di Amerika Serikat, melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jutaan orang menderita common cold atau batuk-pilek per tahunnya. Orang dewasa rata-rata mengalaminya sekitar 2-3 kali setiap tahun.
Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus Rhinovirus. Jangan salah, infeksi virus ini dapat menyebabkan komplikasi yang cukup parah. Antara lain bronkhitis dan pneumonia pada orang yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah.
Ternyata, Rhinovirus pun dapat berkembang lebih luas jika udara dingin melanda.. Pada sebuah artikel berjudul “Human Rhinoviruses (2013)”, Rhinovirus lebih efisien mereplikasi dirinya jika berada pada suhu di bawah 37 derajat Celsius. Suhu ini umumnya terjadi juga di negara tropis seperti Indonesia, dengan puncaknya terjadi di musim hujan.
Udara dingin tidak hanya berpengaruh pada virus penyebab penyakit, tetapi juga ke aspek lainnya seperti kondisi tubuh manusia. Utamanya sistem imunitas. Dikutip dari Medical News Today, batuk-pilek di negara subtropis biasanya terjadi ketika musim dingin atau salju melanda.
Ketika musim dingin datang, cahaya matahari akan semakin sedikit menyinari. Sementara itu kita tahu bahwa paparan sinar matahari bermanfaat guna memproduksi vitamin D. Vitamin ini memerankan peran yang krusial dalam menjaga sistem imunitas.
Analogi yang sama dapat digunakan pada orang yang lebih sering menghabiskan waktu di rumah atau luar ruangan. Semakin sedikit terpapar matahari (atau tidak sama sekali) tidak baik untuk kesehatan. Maka dari itu, yuk biasakan aktivitas berjemur di matahari pagi!
Menghirup udara yang dingin dan kering pun mengakibatkan sesuatu seperti menyempitnya aliran darah pada sistem pernapasan atas manusia untuk menghemat panas. Hal tersebut semakin menyulitkan tubuh melawan virus karena terganggunya sel darah putih mencapai selaput lendir.
Menjaga tubuh tetap hangat menjadi sangat penting. Banyak cara untuk mewujudkannya. Salah satunya dengan berolahraga. Saat bergerak, otot mengolah karbohidrat, lemak, dan zat lainnya menjadi energi. Pengolahan ini menghasilkan panas dan melancarkan sirkulasi darah.
Di samping berolahraga, cara lain yang dapat dilakukan adalah:
https://www.cdc.gov/features/rhinoviruses/index.html
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3553670/
https://www.medicalnewstoday.com/articles/323431#cold-weather-and-the-immune-system
Komentar
Posting Komentar