Kenapa Sering Pilek saat Musim Hujan? Ini Cara Atasi Pileknya

Mengonsumsi gorengan memang dapat membuat kita lupa diri. Rasa renyah dan gurih menjadi daya tarik tersendiri dari gorengan. Akan tetapi jangan sampai kita menghiraukan dampak buruk dari makan gorengan yang berlebihan.
Hampir semua orang menyukai makanan yang digoreng, terutama gorengan yang dijajakkan di pinggir jalan. Gorengan tidak hanya gurih namun juga murah, sehingga kerap dijadikan camilan di rumah bahkan kantor. Namun, apakah kita tahu bahwa makan makananan yang berminyak dan berlemak secara berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan kita. Berikut beberapa efek sampingnya :
1. Menyebabkan kelebihan berat badan
Makanan yang digoreng akan menyerap lemak dari minyak, sehingga kalorinya akan menjadi lebih tinggi. Semakin tinggi asupan kalori harian seseorang, semakin tinggi pula risiko ia mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas. Selain itu, kandungan lemak trans dalam makanan yang digoreng juga memainkan peran penting dalam penambahan berat badan. Lemak ini diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang dapat meningkatkan nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak.
2. Bisa menyebabkan kembung, sakit perut, dan diare
Di antara berbagai makronutrisi lainnya, lemak paling lambat untuk dicerna. Karena makanan berminyak mengandung kadar lemak yang tinggi, jenis makanan ini akan memperlambat pengosongan perut. Akibatnya, makanan pun akan lebih lama tertahan dalam perut. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa kembung, mual, dan sakit perut. Makanan tinggi lemak bahkan bisa memicu rasa nyeri di perut dan diare pada orang-orang yang memiliki masalah pencernaan.
3. Mengganggu ekosistem pencernaan
Makanan yang berminyak diketahui dapat membunuh bakteri berguna yang tinggal di pencernaan kita. Konsumsi makanan berminyak dan berlemak ini akan meningkatkan jumlah bakteri tak berguna. Perubahan tersebut bisa menyebabkan obesitas dan penyakit kronis lainnya; seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.
4. Mengganggu kesehatan jantung
Gorengan dan makanan yang berminyak terbukti dapat meningkatkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol baik, dan memicu obesitas yang bisa menimbulkan penyakit jantung.
5. Meningkatkan risiko diabetes tipe-2
Makanan tinggi lemak akan menyebabkan asupan kalori tinggi, kenaikan berat badan, pengendalian kadar gula darah yang buruk, dan meningkatkan inflamasi. Faktor-faktor inilah yang akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2 dan sindrom metabolik.
6. Kemungkinan dapat mengandung akrilamida yang memicu kanker
Akrilamida merupakan senyawa berbahaya yang timbul jika gorengan terlalu lama digoreng dalam minyak yang berulang. Senyawa ini bahkan diketahui ada dalam asap rokok. Memproses makanan dengan cara menggoreng bisa menimbulkan senyawa bernama akrilamida. Konsumsi Akrilamida dalam dosis tinggi berpotensi merusak dan mengganggu system saraf serta memicu kanker.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar